Irvandiinter’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Gemuk dan Kanker

Gaya Hidup

Besar Itu Kanker

Ada ungkapan yang sering terlontar bahwa kecil itu indah. Nah, yang memiliki sesuatu yang besar pun tak mau kalah hingga bertutur bahwa besar itu indah. Artinya, apa pun bentuknya, sama-sama bisa tampil indah. Namun, di dunia kesehatan, ungkapan itu tidak berlaku. Kecil atau langsing berarti Anda terbebas dari kanker. Sebaliknya, besar alias gemuk itu berarti kanker. Dan hal ini telah dibuktikan melalui sebuah penelitian besar di Inggris.

Temuan itu dilansir dalam British Medical Journal belum lama ini. Penelitian Lembaga Riset Kanker Inggris menemukan sekitar 6.000 wanita paruh baya atau lebih tua mengalami kanker setiap tahun karena mereka mereka mengalami obesitas ataupun berlebihan berat badan. Jumlah tersebut dicomot dari 120 ribu kasus kanker yang terjadi setiap tahunnya di Inggris pada perempuan usia lanjut tersebut.

Riset secara jelas memperlihatkan kaitan indeks massa tubuh dengan 17 jenis kanker. Tergolong berlebihan berat badan jika indeks massa tubuhnya antara 25-29,9 range, sedangkan mengalami obesitas bila sedikitnya berada di titik 30. Ada sejumlah variabel yang dilihat dalam studi ini, seperti status sosial ekonomi, kebiasaan merokok dan alkohol, kegiatan fisik, masa menopause, serta penggunaan terapi sulih hormon.

Mereka menemukan perempuan dengan indeks massa tubuh tinggi berisiko diserang berbagai jenis kanker. Dari data juga terlihat pertalian indeks dan kanker dengan status menopause. Tidak hanya menyangkut kanker yang terkait dengan hormonal seperti payudara dan endometrial, tapi juga jenis kanker nonhormon seperti kanker kolorektal dan sumsum tulang belakang. Diperkirakan 5 persen kanker terjadi pada wanita menopause yang obes atau kelebihan berat badan.

Di antara 17 jenis kanker yang paling sering menempel pada kaum hawa itu adalah kanker rahim atau payudara. Sepertiga dari 6.000 kasus kanker ini menyangkut dua jenis kanker ini. Kelebihan lemak pun menjadi tertuduh utama penyebab serangan tersebut. “Riset kami juga menunjukkan kelebihan berat badan berpengaruh besar terkena risiko kanker dibandingkan yang berat badannya normal,” ujar Dr Gilliam Reeves dari Universitas Oxford, pimpinan riset

Riset juga menemukan kaitan berat badan dan risiko kanker juga bergantung pada gaya hidup yang bersangkutan. “Pesan dari riset ini jelas. Investasikan gaya hidup sehat hari ini dan kita akan meraih keuntungannya berupa berkurangnya risiko penyakit dan hidup lebih lama di masa datang,” ujar Dr Ian Campbell, direktur medis pada lembaga Weight Concern.

Studi World Cancer Research Fund (WCRF) sebelumnya juga mendukung temuan ini. Dengan tegas, para peneliti ini menyarankan, berbadan rampinglah untuk menurunkan risiko terkena kanker. Dalam telaahnya, mereka mengaitkan gaya hidup dengan kanker.

Para ilmuwan ini menyarankan untuk menghindari minuman serba manis dan alkohol serta tidak menyentuh hidangan daging olahan (pabrik). “Setiap orang harus berniat untuk langsing tanpa menjadi terlalu kurus atau berat badannya kurang,” salah satu pernyataan WCRF. Riset ini juga mengukuhkan lemak tubuh memainkan peran penting dalam pengembangan tumor. Selain juga menemukan kaitan konsumsi makanan dengan kanker, khususnya kanker usus besar.

Profesor Martin Wiseman menyebutkan kanker bukan hal sebuah takdir. Yang terkait adalah unsur risiko. “Anda dapat mengatur risikonya. Inilah yang perlu diketahui orang, mereka bisa mengontrol apa yang mereka lakukan,” kata dia.

Artinya, aturlah pola hidup Anda dan kanker pun akan menyingkir. Profesor Karol Sikora, spesialis kanker, menyebutkan minuman beralkohol dan daging jika dikonsumsi dalam jumlah rendah tidak akan membahayakan.

Namun, memang dari perspektif kanker, semua jenis alkohol harus dihindari. Minuman manis juga harus dihindari karena membuat gemuk. RITA | BBC | MEDLINEPLUS

Obesitas Picu Kanker

  1. Rahim
  2. Esofagus
  3. Usus besar
  4. Ginjal
  5. Leukemia
  6. Payudara
  7. Multiple myeloma (tulang sumsum)
  8. Pankreatik
  9. Limfoma
  10. Indung telur

Rekomendasi

  1. Batasi daging sapi dan sejenisnya.
  2. Kurangi alkohol.
  3. Hindari menyantap daging yang telah melalui proses pabrikan.
  4. Tidak meneguk minuman kemasan manis.
  5. Tidak mengalami kenaikan berat badan setelah usia 21 tahun.
  6. Berolahragalah setiap hari.
  7. Bila mempunyai bayi, berikan air susu ibu.
  8. Tidak mengkonsumsi suplemen untuk mengurangi risiko kanker.

Obesitas Versus Kelebihan Berat Badan

  1. Obesitas menunjukkan kandungan lemak yang berlebihan dalam tubuh.
  2. Ada perbedaan antara obesitas dan berlebihan berat badan, yang berarti beratnya terlalu besar. Berat ini menunjukkan kondisi otot, tulang, lemak, dan kandungan air dalam tubuh.
  3. Namun, kedua hal ini menunjukkan satu hal yang sama, yakni ada kandungan yang berlebihan.
  4. Obesitas terjadi jika seseorang melahap lebih banyak kalori dibanding yang diperlukannya. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh faktor genetis, konsumsi terlalu banyak makanan berlemak, dan rendahnya melakukan kegiatan fisik.
  5. Menjadi penderita obesitas berarti Anda berisiko terserang diabetes, penyakit jantung, stroke, artritis, dan sejumlah kanker meningkat. Penurunan 5-10 persen berat badan bisa menunda atau mencegah salah satu penyakit tersebut.

Maret 6, 2008 - Ditulis oleh irvandiinter | Tak Berkategori | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar